Sabtu, 07 Mei 2011

Tempat Manisan Antik Dengan Kilin



Benda djadoel antik seperti ini sering disebut juga tempat manisan. Manisan adalah buah yang diawetkan dengan cara direbus dengan gula. Manisan buah tersebut ditusuk dengan lidi dan ditancapkan pada benda ini kemudian diletakkan dimeja sembahyang dalam ritual suku tionghoa, yang beragama Kong Hu Cu, sebagai sesaji kepada arwah leluhur yang dicintai dan dihormati.
Benda cantik ini diukir dengan motif naga dan kilin.
Kilin adalan binatang sejenis singa.
Ukuran tempat manisan ini cukup besar.
Harga Rp 1.200.000,- belum ongkir

Kilin, Kielin atau Chi Lin

Binatang kilin bentuknya mirip singa, tapi sesungguhnya anggota tubuhnya itu mewakili 18 binatang didunia. Badan kilin mirip badan kuda tetapi memiliki sisik ular dan sisik ikan. Buntutnya mirip kura-kura. Empat kakinya berlainan bentuk. pertama mirip kaki burung hong (rajawali), kedua mirip kaki macan, ketiga mirip kaki kerbau, dan keempat mirip kaki menjangan.
Kedua matanya mirip mata kepiting. Telinganya mirip telinga kelinci. Taringnya mirip taring macan. Jenggot dan mulutnya mirip singa. Pipinya pipi naga. Tanduknya bercabang dua, mirip tanduk rusa.

Menurut kepercayaan orang tionghoa kuno, kilin adalah binatang tunggangan dewa. Kemana dewa pergi ia naik kilin.

Jaman dahulu orang membawa patung kilin bila menengok saudara atau teman yang habis mendapat anak lelaki. Maksudnya antara lain agar anak tersebut kelak akan menjadi perkasa dan gagah berani seperti kilin.

Yang unik adalah jumlah gundukan rambut kilin, karena pada jman dahulu jumlahnya berbeda-beda. Patung kilin milik pejabat tinggi bisa memiliki 13 gundukan rambut. Kemudian jumlah gundukan rambut kilin akan menurun sesuai dengan pangkat pemiliknya di pemerintahan.

SOLD OUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar