Selasa, 27 April 2010

Tin Toys Ember Abu-Abu

Sudah Terjual

Tin toys ember abu-abu.
Ember ini masih baik walaupun sudah disimpan sekian lamanya ...
Harga Rp 60.000,-
Sudah Terjual

Ember Merah

Sudah Dipesan


Dibawah paha gambar beruang ada tulisan : Made in Germany
Harga Rp 60.000,-

Kotak Mundi Victor

SOLD OUT




Harga Rp 60.000,-
SOLD OUT

Kaleng Cigar Factory Wascana

Sudah Terjual



Harga Rp 40.000,-
Sudah Terjual

Kaleng Rokok Player's Navy Out

Sudah Terjual


Harga Rp 35.000,-
Sudah Terjual

Pompa Susu


Alat untuk memompa buah dada ibu yang sedang menyusui.
Kondisi : Karet sudah mulai lunak.
Harga Rp 50.000,-

Jumat, 23 April 2010

Ranjang Pengantin





Cinta Pertama adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1973 dan memenangkan Piala Citra pada FFI 1974 antara lain sebagai Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Wanita dengan Pujian. Film ini disutradarai oleh Teguh Karya dan diperankan oleh antara lain Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Robby Sugara.
Sinopsis :
Ade dan kawan kawannya bertemu dengan Bastian di kereta yang membawa mereka ke Jakarta. Bastian bermaksud memenuhi panggilan lamaran kerja, sementara Ade dan kawan kawannya baru pulang dari bepergian. Ternyata Bastian bekerja pada kantor ayah Ade. Tumbuhlah cinta diantara mereka, namun terhadang dua permasalahan. Ade dijodohkan dengan Johny, anak dari rekan kerja ayah Ade yang baru saja kembali dari Jerman, namun Ade menolaknya. Permasalahan lain muncul ketika seseorang yang mengaku mertua Bastian datang ke kantor ayah Ade dan melaporkan bahwa Bastian adalah mantan napi, karena telah membunuh anaknya. Ade hanya bisa bersikap pasrah apalagi Bastian tiba tiba menghilang hanya meninggalkan sepucuk surat. Ternyata Bastian kembali menekuni pekerjaan bertani bunga membantu orang tua angkatnya. Pada waktu Bastian mengantar bunga ke Jakarta bertemulah ia dengan Ade dan calon suaminya Johny. Bastian marah karena tidak rela Ade bersanding dengan Johny. Bastian mempunyai dendam dengan Johny karena penyebab kematian istrinya adalah Johny. Johny pernah memperkosa istrinya sehingga timbul perkelahian, tapi justru istrinya yang menjadi korban terbunuh oleh suaminya sendiri. Bastian menceritakan semua kejadian dengan mengirim surat yang dibawa oleh sahabat Ade. Ade akhirnya kembali ke Bastian dan melarikan diri pada saat hari pernikahan Ade dengan Johny. Ade dan Bastian akhirnya menikah, sementara Johny dan Herman meninggal saat perkelahian menyelamatkan Ade dan Bastian.
Harga Rp 20.000,-
Sudah Terjual

Jumat, 16 April 2010

Kabhi Kabhie



Kabhi Kabhie (Kadang-kadang) adalah film Bollywood tahun 1976, diproduksi dan disutradarai oleh Chopra Yash , dibintangi Waheeda Rehman , Shashi Kapoor , Amitabh Bachchan , Raakhee Gulzar , Neetu Singh dan Rishi Kapoor .

Ukuran Folio 31 x 21,5 cm
Harga Rp 15.000,-

Woman Of The Night Gadis Jalanan

Sudah Terjual

Ukuran Folio 21,5 x 31 cm
Harga Rp 15.000,-
Sudah Terjual

Madness Of Love

Sudah Dipesan

Ukuran Folio 21,5 x 33 cm
Harga 15.000,-
Sudah Dipesan

Kamis, 15 April 2010

Barb Wire



Pamela Denise Anderson (lahir di Ladysmith, British Columbia, 1 Juni 1967; umur 42 tahun) merupakan seorang aktris, model, dan penulis berkebangsaan Kanada. Dia dikenal dengan nama Pamela Anderson Lee setelah menikah dengan pemain drum Mötley Crüe, Tommy Lee. Dia berkarir di dunia film sejak tahun 1991.

Film-film Pamela Anderson :

The Taking of Beverly Hills (1991)
Snapdragon (1993)
Raw Justice (1994)
Naked Souls (1995)
Barb Wire (1996)
The Making of Bret Michaels (2002) (documentary)
Scooby-Doo (2002)
Pauly Shore Is Dead (2003)
Scary Movie 3 (2003)
No Rules (2005)
Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (2006)
Blonde and Blonder (2007)

Ukuran Programa ini adalah : 16 x 21,5 cm
Kondisi : Bagian belakangnya polos.
Harga Rp 10.000,-

Selasa, 13 April 2010

Cangkir Enamel Nutricia


Cangkir Enamel Nutricia.
Tinggi 14 cm, Diameter 10 cm
Warna Coklat di dalam itu bukan karat.
Harga Rp 90.000,-

Kaleng Jarum Gramaphone

Disini kami hanya menjual kalengnya saja, seharga Rp 60.000,-
Tentang Jarum Gramaphone

Punya gramafon berarti harus spare JARUM BAJA nya juga. Tidak seperti piringan hitam yg pake mata keramik atau intan maka gramafon memakai besi baja sebagai sensor suara, dan lebih cepat aus than piringan hitam. Biasanya para kolektor Gramafon membekali diri dgn sekotak jarum chusus yg memang asli bawaan pabrik gramafon. Kotak kaleng kecil dg gambar (umumnya) anjing His Master Voice.

Pengatur volume alias kencang pelannya suara gramafon adalah menggunakan mata jarum itu sendiri, ada 4 pilihan (CMIIW) yakni soft, medium, loud, very loud. Kalo pengin adu kenceng ya pake jarum yang very loud dan juga sebaliknya.Dari : forum.detik.com

Dus Bedak Ninon

Sudah Terjual



Harga Rp 30.000,-
Sudah Terjual

Tin Toys Kinder Sokken Mainan Anak Enamel

Sudah Terjual


Tin toys kinder sokken mainan anak enamel.
Mainan anak dari logam dilapis enamel ini sudah tua sekali tapi kondisinya masih baik, bahkan dusnya juga masih ada. Merknya Siska.
Sudah Terjual

Senin, 12 April 2010

Dibawah Bendera Revolusi Jilid I Lengkap Jaket dan Box

Sudah Terjual








Bung Karno bersama kawan-kawan ditempat pembuangan Endeh Flores












Buku yang mencapai ketebalan 7 cm ini sebenarnya bisa dibuat lebih tipis jika saja kertas yang digunakan HVS 80 gram. Buku ini dicetak diatas kertas tebal, kalau tidak salah namanya kertas duplicator yang tebal dan keras. Memang tidak mudah sobek tapi mengakibatkan buku jadi tebal sekali ... 7cm. Buku ini berisi juga foto-foto yang jelas dan tajam dicetak diatas kertas art paper (kunsdruk) yang mengkilap / glossy. Foto-toto yang mengharukan, betapa tidak : karena ingin merdeka ... maka pemuda Indonesia tempo doeloe sampai dibuang ke Flores, Bengkulen dan penjara Sukamiskin....
Betul-betul sebuah buku yang sangat berguna untuk membangkitkan semangat juang pada generasi muda sekarang agar menjadi sebaik pendahulunya... syukur-syukur lebih baik.
Buku ini juga diakhiri dengan 17 halaman tulisan tangan Bung Karno yang rapi dan bagus ....
Tebal : 114 halaman
Jilid pertama, cetakan ke empat
Penerbit : Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi 1965
Kondisi Lengkap dengan jaket dan Box, tidak ada yang sobek
Harga :
Sudah Terjual