Kamis, 30 September 2010

Reklame Enamel Socony Tjap Panah

SOLD OUT

Reklame enamel Socony cap panah ini, bila dibalik ternyata cermin

Ukuran :
Garis tengah 5,5 cm
Harga Rp -

Riwayat Standard Oil Company of New York (Socony)
SOCONY
Tahun 1866,sebuah perusahaan yang bernama Vacuum Oil Company didirikan oleh seorang tukang kayu yang inovatif bersama seorang pedagang kelontong. Mereka menanamkan modalnya dalam penyulingan minyak mentah menjadi minyak tanah dengan modal vakum.
Tahun 1893, Vacuum Oil Company yang saat itu tiga perempatnya dimiliki oleh Standard Oil Company of New York (Socony) masuk ke Singapura, dan tahun 1894 mulai menjual produknya ke Indonesia.Tahun 1898, Dibukalah kantor perwakilannya yang pertama di pulau Jawa.
Saat itu ada 5 kota di pantai utara Jawa yang menonjol, yaitu:Banten, Indramayu, Tegal, Semarang dan Tuban.Perusahaan Socony melakukan ekspansi usahanya dengan membuka kantor- kantor pemasaran untuk produk minyak kerosin dan pelumas di kota-kota tersebut.
Socony mengembangkan dirinya lewat pasar yang luas: menjual minyaknya di Inggris sejak 1882. Melebarkan sayap ke Timur Jauh, dan di Cina bukan cuma minyak yang dijual, tapi sekaligus lampu tempelnya.
Di tahun 1931, perusahaan Socony berubah nama menjadi Socony-Vacuum. Perusahaan inilah yang kemudian bekerja sama dengan perusahaan Standard Oil of New Jersey dan mendirikan Stanvac pada tahun 1933.Komposisi kepemilikan antara keduanya adalah 50:50. Karena itulah kehadiran Mobil Oil Indonesia tak dapat dipisahkan dari Stanvac.
Stanvac dikenal sebagai salah satu pelopor dunia perminyakan di Indonesia. Sumur yang pertama kali dibor berada di Talang Akar, Sungai Gerong, Sumatra Selatan.

Enamel
Enamel
Iklan atau reklame adalah pesan persuasif kepada khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan melalui suatu media.
Istilah ‘enamel’ adalah suatu teknik dekorasi yang meleburkan (to smelt) bubuk kaca diatas lempengan besi-baja bermutu tinggi pada sebuah oven dengan temperatur tinggi. Bubuk tersebut kemudian mengurai hingga menyatu dan menjadi keras.
Pembuatan iklan enamel harus dilakukan secara khusus, diawali dengan pengaplikasian desain menjadi stensil (alat merekam) atau screen per-warna (disesuaikan oleh desain) kemudian disablon ke lempengan besi dengan penggunaan cat bakar atau cat khusus enamel (berbentuk butiran atau cairan) dan dipanaskan dengan temperatur tinggi antara 760°C – 850°C. Proses sablon dan pemanasan dilakukan berulang-ulang menurut desain (warna) yang ingin dihasilkan, diawali dari warna cerah / kuat karena paling banyak menerima pembakaran dan diakhiri dengan warna lembut untuk menghindari warna akan pudar atau hilang.
Iklan enamel memiliki ketebalan 2-3 milimeter, dengan karakteristik warna yang sangat kuat serta tahan lama. Pada banyak iklan enamel, warna pada desain ditandai dengan adanya tekstur yang menonjol dan jika dipegang atau diraba akan terasa pembedaan warnanya.

Dari : myjeltiosmtinjdesain1.blogspot.com
SOLD OUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar