Senin, 30 Agustus 2010

Bundel Majalah Widoeri Mei - December 1935

Sudah Terjual
Landvoogdelijk bezoek aan Bantam : na de aankomst in de Regentswoning te Pandeglang


De Mangkoe Radja Van Moeara Maliman, de radja draagt een tjawet en baadje van boombast ....


Een dansoefening van de leerlingen der Solosche Van Deventerschool in de pendopo van de poera Mangkoenagaran

Een dansoefening van de leerlingen der Solosche Van Deventerschool in de pendopo van de poera Mangkoenagaran

Vrouwen met Offergaven voor het offerdienstje

Bali Hotel Van De KPM

De Meisjeskring Van De Boedi-oetomoschool te Weleri

De Nieuwe Leprozerie Te Rantepao

Op De Boroboedoer



Ukuran : 25 x 18.5 cm
Tebal : 398 halaman
Bundel ini, entah kenapa dimulai bulan Mei 1935, walaupun nomor halamannya pada bulan Mei adalah 1 dan berakhir pada nomor halaman 398 pqada bulan December 1935.
Harga Rp 200.000,-

Majalah Widoeri
Diterbitkan pertamakali pada tahun 1932 oleh Ny. F.A Volkers Schippers, mantan direktur sekolah berasrama Van Deventer di Semarang. Tujuannya agar mantan murid sekolah Kartini dan Van Deventer membagi ilmu mereka kepada Volksvrouw (perempuan jelata) agar bisa mendapat hidup yang lebih baik.
Para guru belanda yang mengirim tulisan ke Widoeri mengajak lulusan sekolah Kartini dan Van Deventer kalangan atas (kaum priyayi), menyingsingkan lengan baju mereka yang halus, turun ke desa dan mengajar ketrampilan tata rumah tangga dan memasak yang lebih baik, kepada orang bawahan yang menanggung beban berat atau tak berpendidikan.
Kata Widuri secara harfiah berasal dari bahasa Jawa, yaitu nama sejenis tanaman. Namun dalam hal ini merupakan singkatan dari beberapa kata khusus berbahasa belanda : Willen, Doen dan Richten (Ingin, Melakukan, Membimbing). Anak judul majalah ini adalah : Widoeri, buletin yang diperuntukan kepada wanita yang berpengetahuan, trampil dan arif (de wetende, de kundige, de wijze vrouw). Nama yang manis dari majalah ini menunjukkan isinya yang sentimental, yang menggabungkan berbagai pola jahitan, resep masakan dan informasi gizi, dll
Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Posting Komentar