Minggu, 11 April 2010

Vas Enamel Biru

Sudah Terjual

Salah satu komponen yang memberi efek perlindungan kaleng terhadap pembentukan karat karena interaksinya dengan pangan yang dikemas adalah enamel yang digunakan. Enamel merupakan bahan organik yang dilapiskan pada kaleng untuk melindungi metal dari kemungkinan terjadinya korosi karena kontak dengan makanan.
Selain itu, lapisan enamel juga melindungi kontak antara makanan dengan metal yang dapat menghasilkan warna dan flavor yang tidak diingini. Sebagai contoh misalnya warna hitam yang disebabkan oleh reaksi antara besi atau timah dengan sulfida pada makanan yang berasam rendah (berprotein tinggi), atau pemucatan pigmen merah dari sayuran atau buah-buahan misalnya bit atau anggur karena reaksi baja, timah atau aluminium.
Enamel
Enamel kaleng umumnya berupa bahan non metal seperti polibutadiena, epon, oleoresin, vinil, epoksi dan fenolik, dan pemilihannya disesuaikan dengan jenis pangan yang akan dikalengkan. Tujuh sifat yang harus dimiliki enamel kaleng, yaitu tidak beracun; tidak mempengaruhi cita rasa atau warna makanan; harus menjadi barrier yang efektif antara makanan dengan permukaan dalam kaleng; harus mudah digunakan secara fabrikasi pada tin-plate; tidak boleh terkelupas atau lecet selama pengalengan (sterilisasi pangan); memiliki daya tahan mekanis pada proses pembuatan kaleng kosong dan ekonomis
Dua jenis enamel yaitu lapisan pelindung dalam (LPD) dan lapisan pelindung luar(LPL). Pelapisan kaleng pada bagian luar kaleng selain mencegah korosi dari luar juga berfungsi untuk mendekor wadah. Aplikasi LPL adalah sebagai lapisan dasar (white coating, untuk warna putih yang dominan dan sizing varnish, untuk kaleng trasnparan) dan sebagai warna yaitu solid (blok), untuk cetakan tanpa kombinasi warna dan rester/screen untuk gambar campuran.

Kisah Fery Berburu Iklan Enamel

Selain mengoleksi kemasan, merchandise, dan iklan produk di media cetak. Fery Oiananto juga sangat tertarik mengumpulkan media promosi luar ruang. Poster dan enamel menjadi barang incarannya. "Enamel merupakan benda koleksi yang paling berkesan buat saya." komentar ayah Jeshinta Putri Rlia ini. Enamel, lanjut Fery, bisa dikategorikan sebagai peninggalan bersejarah dalam dunia desain grafis. Itu karena proses pembuatannya yang rumit dan tidak murah biaya produksinya. "Tak heran jika hasil cetaknya tidak pudar oleh se-ngatan sinar matahari." katanya.

Lantaran merupakan hasil desain grafis kualitas tinggi sekaligus unik, enamel menjadi primadona kolektor. Oleh Fery, enamel dijadikan elemen dekorasi interior huniannya yang terletak di bilangan Cinere, Jakarta Selatan. "Bagi yang mengapresiasinya. enamel punya hargajual yang tinggi," akunya.Salah satu enamel paling keren didapat Fery saat berwisata ke Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia melihat enamel berukuran 80 x 120 cm dijadikan sebagai pintu gudang oleh salah seorang warga. "Saya langsung mencari pemiliknya dan negosiasi harga." katanya.

Enamel tersebut merupakan papan iklan Roko Prijaji. Masih jelas terbaca tulisan materi iklannya. "Itulah yang membuatnya lebih unggul ketimbang cetakan digital masa kini yang gampang pudar karena terbakar mentari," jelas alumnus Universitas Trisakti ini.Fery mendapatkan enamel incarannya seharga Rp 300 ribu. Enamel berbahan plat baja itu biasanya dijual per kilogram untuk dijadikan bahan pembuat gong. "Padahal, di mata kolektor harganya bisa Rp 15 juta!" katanya.

Seiring dengan makin populernya gaya vintage. Fery mendapatkan banyak pesaing dalam berburu benda koleksi. Kini, tak melulu orang berlatar belakang desain grafis yang mencari-cari reklame jadul. Banyak pengelola kafe dan restoran yang menganggapnya sebagai unsur dekoratif. reiny Dari bataviase.co.id
Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Posting Komentar